KENDAL
Indeks
Ekonomi

Pejabat British Columbia Desak Ottawa Tinjau Ulang F-35 dan Tekan Batu Bara AS

Ketegangan perdagangan lintas batas Atlantik Utara kembali memanas setelah pejabat senior Kanada mendorong respons lebih tegas terhadap kebijakan proteksionis Amerika Serikat. Fokus kata kunci perang dagang Kanada menguat ketika usulan menargetkan pengadaan jet tempur siluman dan komoditas energi AS mengemuka di Ottawa, isu yang relevan dipantau pembaca di Kendal dan Jawa Tengah karena dampaknya pada rantai pasok global serta harga energi.

Pernyataan itu disampaikan Kepala Pemerintahan British Columbia, David Eby, dalam konferensi pers yang dilansir media internasional pada Kamis, 27 Agustus 2026. Ia menekankan agar Perdana Menteri tidak hanya mengandalkan instrument tarif, melainkan merancang langkah non-tarif yang menyentuh kepentingan strategis Washington.

Desakan respons non-tarif di tengah eskalasi

Eby menilai warga Kanada merasakan tekanan langsung dari langkah dagang yang dilancarkan pemerintahan Presiden Donald Trump. Karena itu, menurutnya, Ottawa perlu membalas dengan cara yang tidak semata-mata menaikkan bea masuk barang.

Ia mendorong perdana menteri mempertimbangkan paket langkah di luar tarif agar posisi tawar Kanada lebih kuat. Argumen ini muncul seiring memanasnya perseteruan kebijakan yang telah memicu ancaman timbal balik di sektor energi dan infrastruktur lintas batas.

Rencana 88 unit F-35 jadi titik tekan

Salah satu sasaran yang disebut Eby adalah rencana pembelian jet tempur siluman F-35 buatan Lockheed Martin. Kanada sebelumnya mematok pengadaan 88 unit dengan nilai sekitar 12 miliar dolar AS.

Dengan bahasa yang tegas, Eby menyoroti ironi belanja alutsista besar-besaran dari mitra yang sedang menekan kepentingan ekonomi Kanada. Ia menyamakan situasi itu dengan keputusan tidak logis membeli pesawat tempur mahal dari pihak yang dinilai merugikan warga sendiri.

Setelah Mark Carney menjabat perdana menteri pada Maret 2025, pengadaan tersebut sempat ditinjau ulang. Momentum review itu kini dimanfaatkan kalangan pejabat provinsi untuk memperkuat argumen penundaan atau penyesuaian kontrak demi leverage diplomatik.

Batu bara Amerika masuk radar tekanan

Selain sektor pertahanan, batu bara AS disebut sebagai kanal tekanan potensial. Komoditas energi fosil ini memiliki rantai pasok yang saling terkait dengan kebutuhan industri dan pembangkit di sejumlah mitra dagang.

Dengan membidik batu bara, Ottawa dinilai bisa menyentuh kepentingan ekonomi daerah penghasil di Amerika tanpa harus langsung memperluas perang tarif yang merugikan konsumen kedua negara. Langkah semacam itu, kata Eby, termasuk opsi non-tarif yang patut dikaji secara serius di tingkat federal.

Implikasi bagi pemantau ekonomi di Jateng

Bagi pembaca portal daerah seperti di Kendal, dinamika perang dagang Kanada–AS penting dipantau karena berpotensi mempengaruhi harga komoditas energi, arus investasi manufaktur, dan stabilitas rantai pasok yang terhubung ke pasar Asia. Meskipun Kendal tidak menjadi pihak dalam sengketa tersebut, fluktuasi batu bara dan ketidakpastian belanja pertahanan global sering berimbas pada sentimen pasar serta biaya logistik.

Pengamat perdagangan biasanya mencermati apakah respons non-tarif akan mereda atau justru memperpanjang siklus retaliasi. Keputusan akhir tetap di tangan pemerintah federal Kanada, termasuk apakah review F-35 berlanjut menjadi penundaan panjang atau realokasi anggaran pertahanan ke pemasok lain.

Sampai saat ini, yang tercatat secara terbuka adalah desakan pejabat British Columbia, angka pengadaan 88 unit F-35 senilai sekitar 12 miliar dolar AS, serta peninjauan kebijakan setelah pergantian perdana menteri pada Maret 2025. Perkembangan berikutnya akan ditentukan oleh negosiasi politik di Ottawa dan respons Washington terhadap opsi tekanan di luar tarif.

Ringkasnya, usulan Eby menandai pergeseran wacana dari sekadar balasan bea masuk menuju pemanfaatan kontrak strategis dan komoditas energi sebagai alat diplomasi ekonomi. Publik internasional, termasuk pemangku kepentingan di Jawa Tengah, disarankan mengikuti kejelasan sikap resmi pemerintah Kanada pada pekan-pekan mendatang.

Sumber: Sindo News.

Tag: perang dagang Kanada, jet F-35, David Eby, batu bara AS, Lockheed Martin, Mark Carney, tarif Trump, ekonomi global