Penggemar bulu tangkis di Kendal dan sekitarnya kembali mendapat kabar penting dari pelatnas. Sektor ganda campuran PBSI akan dimasukkan ke fase uji coba formasi baru. Kepala Pelatih Ganda Campuran Utama PBSI, Nova Widianto, menegaskan tiga kombinasi pasangan akan dipantau ketat pada sejumlah turnamen berikutnya.
Langkah itu diambil untuk memperkuat kedalaman skuad campuran Indonesia. Nova menilai rotasi pasangan diperlukan agar opsi di level internasional lebih beragam, bukan hanya mengandalkan satu atau dua duet andalan.
Tiga duet yang masuk radar uji coba
Dalam keterangan resmi yang dirilis Selasa, 8 September 2026, Nova menyebut tiga pasangan yang akan dicoba. Mereka adalah Dejan Ferdinansyah/Felisha Alberta Nathaniel Pasaribu, Bagas Maulana/Apriyani Rahayu, serta M. Nawaf Khoiriyansyah/Indah Cahya Sari Jamil.
Ketiga nama itu mewakili campuran pengalaman dan potensi regenerasi. Kehadiran Bagas Maulana bersama Apriyani Rahayu menjadi sorotan karena keduanya membawa rekam jejak kompetitif di level senior, sementara duet lainnya memberi ruang evaluasi talenta yang sedang digarap pelatnas.
Alasan Nova Widianto membuka formasi baru
Nova menjelaskan kombinasi tersebut dipilih agar staf pelatih bisa melihat respons atlet di situasi pertandingan nyata. Ia menekankan uji coba bukan sekadar eksperimen singkat, melainkan bagian dari strategi memperkuat sektor ganda campuran secara bertahap.
Menurutnya, adaptasi antarpasangan masih menjadi pekerjaan rumah. Chemistry di lapangan tidak bisa dibentuk hanya lewat latihan rutin; dibutuhkan jam terbang turnamen agar pola permainan, komunikasi, dan pembagian peran lebih matang.
Aspek yang akan dinilai di lapangan
Pelatih akan memantau beberapa indikator utama saat ketiga pasangan tampil. Penilaian mencakup chemistry, komunikasi, pola permainan, serta konsistensi dari babak ke babak. Hasil di skor akhir penting, tetapi proses kerja sama di net dan penguasaan rally juga menjadi bahan evaluasi.
- Chemistry dan komunikasi antarpasangan
- Pola permainan serta pembagian zona lapangan
- Konsistensi performa di sejumlah turnamen
- Kemampuan beradaptasi terhadap lawan berbeda
Dengan parameter itu, PBSI berharap keputusan formasi jangka menengah lebih berbasis data pertandingan, bukan asumsi di sesi latihan saja. Pendekatan ini juga memberi sinyal kompetitif kepada atlet bahwa tempat di skuad utama harus terus diperjuangkan.
Dampak bagi penggemar bulu tangkis di Jawa Tengah
Bagi pembaca di Kendal dan wilayah Jawa Tengah lainnya, dinamika ganda campuran nasional tetap relevan karena cabang ini kerap menjadi andalan kontingen Indonesia di multievent. Setiap pergantian pasangan biasanya memicu perbincangan di klub-klub lokal, termasuk soal gaya main yang bisa ditiru atlet muda daerah.
Uji coba di turnamen mendatang akan menjadi rujukan awal. Jika chemistry tiga duet tersebut tumbuh cepat, opsi taktis Indonesia di sektor campuran bertambah. Sebaliknya, bila masih goyah, staf pelatih punya dasar untuk menyesuaikan kembali kombinasi tanpa menunggu jeda musim yang lama.
Nova belum merinci kalender turnamen satu per satu dalam pernyataan tersebut. Yang dipastikan adalah ketiga pasangan akan mendapat kesempatan bertanding agar perkembangan masing-masing bisa dibandingkan secara objektif. Publik bulu tangkis tanah air, termasuk di Kendal, diperkirakan menunggu rekam jejak awal mereka di sirkuit berikutnya.
Pada akhirnya, langkah PBSI ini menegaskan bahwa penguatan ganda campuran bersifat dinamis. Formasi baru diuji, performa dibaca ulang, lalu keputusan diambil berdasarkan bukti di lapangan. Pendekatan tersebut diharapkan menjaga daya saing Indonesia tetap relevan di tengah ketatnya persaingan Asia dan dunia.
Sumber: Sindo News.
