Bantuan gempa NTT dari kampus pertanian negeri terus bergerak. IPB University bersama Aksi Relawan Mandiri Himpunan Alumni IPB (ARM HA-IPB) melepas ribuan paket pangan siap saji dan perangkat air bersih bagi warga yang terdampak guncangan di wilayah Flores. Pelepasan berlangsung di Science and Technology Park IPB, Taman Kencana, Kota Bogor, dipimpin Rektor Dr Alim Setiawan Slamet.
Bagi pembaca di Kendal dan sekitarnya, aksi ini menarik dicermati karena menonjolkan inovasi pangan steril serta dukungan peralatan air—isu yang dekat dengan ketahanan pangan daerah agraris. Bantuan fisik dan donasi tunai digalang sivitas akademika, alumni, serta mitra, lalu diarahkan ke Kabupaten Manggarai dan Manggarai Timur.
Isi paket pangan dan peralatan yang diberangkatkan
Komponen utama adalah 6.350 paket nasi steril siap makan. Produk tersebut dihasilkan IPB melalui Lembaga Pengembangan Agromaritim dan Akselerasi Innopreneurship (LPA2I) bersama MT Farm, dengan bobot sekitar 1,27 ton. Nasi steril dipilih agar mudah didistribusikan di lokasi yang infrastruktur logistiknya terbatas pascabencana.
Selain pangan, rombongan barang memuat tiga unit pompa air listrik, satu unit pompa berbahan bakar minyak, tiga mesin filter atau penjernih air, serta dua unit mesin reverse osmosis. Dilengkapi pula 24 boks buku dan mainan anak, 11 boks perlengkapan pribadi, dan dua boks Alquran. Perangkat penjernih air dan reverse osmosis merupakan dukungan Yayasan Satu Umat serta alumni SMAN 70 Jakarta yang disalurkan lewat ARM HA-IPB.
Total muatan mendekati 1,5 ton. Pengiriman menempuh jalur darat dengan dukungan Yayasan Kabua Dana Rasa sebagai mitra ARM HA-IPB. Target tiba di lokasi penerima pada minggu berikutnya setelah pelepasan.
Apresiasi rektor dan peran alumni di garis depan
Dalam acara khidmat itu, Rektor Alim Setiawan Slamet menegaskan harapan agar bantuan meringankan beban saudara di NTT. Ia menyoroti nasi steril instan sebagai salah satu wujud inovasi kampus yang langsung terpakai saat darurat. Menurutnya, dukungan tidak hanya berorientasi tanggap singkat, tetapi dapat berlanjut ke penguatan ketahanan pangan, air, dan lingkungan bila masih diperlukan.
Rektor juga memberi apresiasi kepada ARM HA-IPB yang kerap menjadi garda terdepan penyaluran amanah kemanusiaan IPB di berbagai wilayah bencana. Hadir mendampingi antara lain Ketua Umum ARM HA-IPB Ir Ahmad Husein, jajaran sekretariat dan ketua bidang ARM, Wakil Rektor Bidang Riset, Inovasi, dan Pengembangan Agromaritim Prof Ernan Rustiadi, Kepala LPA2I Dr Handian Purwawangsa, Kepala Unit Wakaf dan Dana Sosial Prof Alla Asmara, perwakilan badan otonom alumni, BEM se-IPB, relawan, serta undangan lain.
Donasi tunai dari sivitas, mahasiswa, dan alumni golf
Di luar barang, sejumlah donasi diserahkan langsung. Kepala UWDS Prof Alla Asmara menyerahkan hasil pengumpulan di lingkungan IPB sebesar Rp30 juta kepada ARM HA-IPB. Perwakilan BEM se-IPB, M. Afif Fathin Ridho, menambahkan donasi penggalangan mahasiswa lebih dari Rp8 juta. Ketua Umum Persatuan Golf Alumni IPB, Teguh Juwarno, secara spontan menyumbang Rp25 juta untuk warga NTT.
Sinergi kampus, alumni, mahasiswa, dan mitra eksternal memperlihatkan pola respons berlapis: pangan instan untuk kebutuhan segera, alat air untuk sanitasi, serta dana fleksibel bagi keperluan di lapangan. Pola serupa sering menjadi rujukan saat daerah lain, termasuk Jawa Tengah, menghadapi darurat serupa.
Makna bagi pembaca Kendal dan catatan ketahanan pangan
Kendal sebagai wilayah dengan basis pertanian dan pesisir dapat mengambil pelajaran dari model nasi steril dan rantai bantuan air bersih. Inovasi olahan pangan tahan simpan serta kolaborasi alumni-kampus mencontohkan bagaimana riset agromaritim diarahkan ke aksi nyata, bukan semata publikasi.
Pelepasan di Bogor itu menegaskan bahwa respons bencana nasional melibatkan banyak titik: produksi pangan kampus, logistik darat mitra, dan jaringan alumni hingga Flores. Masyarakat yang ingin mengikuti perkembangan penyaluran di Manggarai dan Manggarai Timur dapat menyimak laporan lanjutan dari lembaga penyalur resmi.
Dengan paket nasi steril, pompa, filter, reverse osmosis, serta donasi ratusan juta rupiah yang sudah diserahkan di lokasi pelepasan, IPB University dan ARM HA-IPB menempatkan inovasi serta solidaritas pada satu jalur yang sama menuju korban gempa NTT.
Sumber: Republika.
