Program bootcamp kewirausahaan digelar Pengurus Pusat Himpunan Mahasiswa Persatuan Islam (PP Hima Persis) di Jakarta sebagai ruang pembekalan praktis bagi generasi muda. Kegiatan bertajuk Hima Persis Preneur – Bootcamp & Business Forum berlangsung di Aula Nusantara, Badan Penjamin Mutu Pendidikan (BPMP), dan mengangkat tema permodalan, keuangan syariah, serta pengembangan bisnis.
Bagi pembaca di Kendal dan sekitarnya, inisiatif semacam ini relevan karena banyak anak muda di Jawa Tengah tengah mencari model usaha yang mapan, termasuk di sektor pertanian dan jasa. Materi yang dibahas bersifat nasional, namun peluang penerapannya terbuka bagi kader maupun wirausaha pemula di daerah.
Arah program dan ajakan menjadi wirausaha
Ketua Pelaksana kegiatan, Fakhrizal Lukman, memaparkan arah serta target pelaksanaan program kepada peserta. Penekanan serupa diperkuat Ketua Umum PP Hima Persis, Sholahudin Hasan, yang mengajak kader mengambil peran lebih berani di dunia usaha.
Menurut Sholahudin, kader diharapkan menjadi wirausahawan tangguh yang memberi dampak nyata pada perekonomian nasional. Pernyataan itu disampaikan pada Sabtu, 5 September 2026, saat pembukaan rangkaian acara.
Perspektif pariwisata, syariah, dan etika usaha
Utusan Khusus Presiden Bidang Pariwisata, Zita Anjani, memberi pandangan soal potensi generasi muda dalam membangun ekosistem bisnis yang menopang pertumbuhan ekonomi. Ia menekankan peran anak muda sebagai penggerak, bukan sekadar penonton pasar.
Dari sisi pembiayaan, Komisaris Independen Bank Syariah Indonesia, Nizar Ahmad Saputra, menguraikan pentingnya ekosistem keuangan syariah agar usaha anak muda lebih berkelanjutan. Pendekatan ini dinilai selaras dengan kebutuhan pelaku usaha yang ingin menata modal dan arus kas secara hati-hati.
Ketua Umum PP Persatuan Islam, K.H. Jeje Zaenudin, mengingatkan dimensi moral. Ia meminta peserta tidak hanya mengejar keberhasilan finansial, tetapi juga menjaga integritas dan etika keislaman saat menjalankan roda bisnis.
Peluang agribisnis dan ketahanan pangan
Sekretaris Jenderal Kementerian Pertanian, Suwandi, menyampaikan sudut pandang sektor agribisnis serta ketahanan pangan sebagai lahan ekonomi bagi generasi muda. Topik ini dekat dengan karakteristik banyak wilayah di Jawa Tengah, termasuk kawasan pertanian di sekitar Kendal, tanpa mengurangi fakta bahwa forum berlangsung di ibu kota.
Kehadiran tokoh lintas sektor turut memperkaya diskusi. Di antaranya Ilham Nurhidayatullah dan Asisten Deputi Kewirausahaan Kementerian UMKM, Ginda Siregar, yang menegaskan pentingnya jejaring serta dukungan kelembagaan bagi pelaku usaha pemula.
Sesi bootcamp dan penguatan jejaring
Usai pembukaan, acara berlanjut ke sesi bootcamp dan business forum. Peserta menerima materi kapasitas teknis, strategi menjalankan usaha, serta cara memperluas jaringan bisnis. Format ini memadukan pembekalan konsep dengan diskusi yang lebih aplikatif.
- Penguatan kapasitas teknis usaha
- Strategi pelaksanaan dan pengelolaan bisnis
- Pengembangan jejaring antarpelaku dan pembina
- Wawasan permodalan serta keuangan syariah
Rangkaian tersebut menempatkan generasi muda sebagai subjek yang perlu dibekali keterampilan, akses wawasan permodalan, dan landasan etika sekaligus. Model pembekalan serupa dapat menjadi rujukan komunitas mahasiswa maupun wirausaha muda di daerah yang ingin menata usaha secara lebih terencana.
Dengan kombinasi materi kewirausahaan, keuangan syariah, agribisnis, dan penguatan jejaring, forum Hima Persis menandai upaya organisasi mahasiswa Islam mendorong kader terjun ke sektor produktif. Hasilnya akan bergantung pada tindak lanjut peserta di komunitas masing-masing, termasuk di wilayah-wilayah yang basis ekonominya bertumpu pada pertanian dan UMKM.
Sumber: Republika.
