Gubernur BI Destry Damayanti resmi memimpin bank sentral setelah mengucapkan sumpah jabatan di Mahkamah Agung, Rabu (2/9/2026). Pelantikan ini menandai dimulainya periode kepemimpinan 2026–2031 dan menjadi sorotan publik, termasuk pelaku usaha di daerah seperti Kabupaten Kendal yang bergantung pada kestabilan suku bunga dan nilai tukar.
Prosesi dilangsungkan di Jakarta. Dalam kesempatan yang sama, Aida S. Budiman dilantik sebagai Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia, sementara Solikin M. Juhro ditetapkan sebagai Deputi Gubernur BI. Ketiganya mengisi susunan Dewan Gubernur untuk lima tahun ke depan.
Prosesi sumpah di hadapan hakim agung
Pengambilan sumpah dipimpin Hakim Agung Sunarto. Sebelum membaca ikrar, ketiga pejabat ditanya kesediaan mengucapkan sumpah sesuai agama masing-masing. Mereka menjawab bersedia, lalu mengucapkan janji secara bergiliran, dimulai dari Destry Damayanti, dilanjutkan Aida S. Budiman, dan Solikin M. Juhro.
Dalam sumpah tersebut, mereka menegaskan komitmen menjalankan tugas dengan penuh tanggung jawab serta menjaga integritas kewenangan bank sentral. Protokoler membacakan penetapan pengangkatan Dewan Gubernur BI periode 2026–2031 sesuai susunan yang telah diputuskan.
Pergantian kursi di puncak Bank Indonesia
Destry Damayanti menggantikan Perry Warjiyo yang sebelumnya mengundurkan diri dari jabatan Gubernur BI. Posisi Deputi Gubernur Senior yang semula dipegang Destry kini diisi Aida S. Budiman. Kursi Deputi Gubernur yang sebelumnya ditempati Aida beralih kepada Solikin M. Juhro.
Rotasi internal ini menjaga kesinambungan pejabat yang sudah familiar dengan isu moneter, sistem pembayaran, dan stabilitas keuangan. Bagi publik di Jawa Tengah, termasuk Kendal, kejelasan kepemimpinan BI dinilai penting agar arah kebijakan suku bunga dan likuiditas tetap dapat dipantau dunia usaha.
Arti kepemimpinan baru bagi ekonomi daerah
Bank Indonesia tidak menetapkan anggaran daerah, namun kebijakan moneter nasional berdampak langsung pada kredit UMKM, biaya pinjaman investasi, dan harga barang impor. Di Kendal, sektor industri, logistik pelabuhan, dan pertanian sensitif terhadap perubahan suku bunga acuan serta fluktuasi rupiah.
Pelaku usaha lokal biasanya menyesuaikan rencana ekspansi setelah arah kebijakan dewan gubernur baru lebih terang. Transisi yang tertib di level pusat memberi sinyal bahwa otoritas moneter tetap berjalan sesuai mandat undang-undang, tanpa kekosongan kepemimpinan di puncak BI.
- Gubernur BI: Destry Damayanti (2026–2031)
- Deputi Gubernur Senior: Aida S. Budiman
- Deputi Gubernur: Solikin M. Juhro
- Tempat sumpah: Mahkamah Agung, dipimpin Hakim Agung Sunarto
Fokus publik setelah pelantikan
Setelah sumpah jabatan, perhatian beralih pada agenda kerja dewan baru: menjaga inflasi, menopang stabilitas sistem keuangan, dan memastikan sistem pembayaran tetap andal. Masyarakat dan dunia usaha di daerah akan menilai konsistensi komunikasi kebijakan serta respons BI terhadap dinamika global.
Untuk pembaca di Kendal dan sekitarnya, pantauan terhadap keputusan Rapat Dewan Gubernur BI tetap relevan, terutama terkait akses pembiayaan produktif dan daya beli. Kepemimpinan Destry Damayanti bersama Aida dan Solikin resmi berlaku usai prosesi di MA tersebut.
Dengan selesainya sumpah jabatan, Bank Indonesia memasuki periode kepemimpinan baru yang diharapkan menjaga kredibilitas kebijakan moneter nasional demi kepastian berusaha hingga ke tingkat kabupaten.
Sumber: Sindo News.
